Oleh: bhoedi_sp | 23/05/2011

Benarkah Warna Hitam pada Screensaver Lebih Menghemat Energi???

Ditulis oleh : Budi Sigit Purwono, S.Pd.Si.

Di antara kejenuhanku bekerja depan layar monitor laptopku, kuterdiam sejenak, lalu…tiba-tiba layar monitor menampilkan screensaver dengan warna hitam total. Tapi pada bagian tepi/sisi layar LCD monitor laptopku terlihat sedikit berkas cahaya putih, kutahu pasti, ini adalah cahaya dari backlight LCD. Sejenak kuberpikir ada yang aneh dan salah dengan usaha yang selama ini kulakukan dengan pemilihan screensaver laptop yang salah, mengapa backlight putih tetap menyala saat harus menampilkan warna hitam. Dari sinilah ide kutulis artikel ini…

Coba kita perhatikan aplikasi Screensaver yang ada pada Sistem Operasi komputer kita baik desktop maupun Laptop atau sejenisnya, kebanyakan jenis pilihan warna yang disajikan adalah dominan warna hitam. Sejauh ini ada asumsi yang meyatakan bahwa warna “hitam” pada layar monitor akan mengonsumsi energi listrik yang lebih sedikit dari pada warna lain (semisal putih). Namun benarkah asumsi ini???, jawabnya adalah tidak selamanya benar namun tidak juga selalu salah. Lalu….???, semua tergantung dari jenis monitor komputer (gadget) yang Anda gunakan. Mari saya jelaskan…

Pendapat bahwa warna layar hitam lebih menghemat listrik adalah realistis ketika Anda sedang berbicara tentang monitor tabung sinar katoda atau CRT, teknologi monitor ini bekerja dengan menembakkan suatu berkas elektron (AC) melewati bagian belakang layar. Layar depan dilapisi dengan fosfor merah, biru dan hijau. Untuk menghasilkan putih, sinar elektron diarahkan pada fosfor. Namun, ketika layar hitam, tidak diperlukan tembakan elektron ke layar monitor.

Diagram Kerja Layar Monitor CRT

Namun konsep ini tidak terjadi pada monitor LCD (Liquid Crystal Display), yang tidak memiliki lapisan fosfor, yang sekarang merupakan jenis penggunaan monitor terbanyak pada hampir semua gadget, termasuk yang digunakan oleh laptop, handphone, dan piranti lainnya. Pada layar monitor LCD, pencahayaan berasal dari sinar lampu neon tipis yang terletak di belakang layar, pencahayaan warna putih ini bersifat konstan. Untuk menghasilkan warna selain putih, misalkan hitam, Layar LCD bergantung pada difuser pada tiap-tiap piksel untuk memfilter cahaya putih menjadi warna/cahaya yang diinginkan. Dan ingat juga, backlight putih layar LCD ini tidak akan padam meski layar menampilkan warna total hitam kelam.

Diagram Kerja Layar LCD

Anda lihat ini adalah cara kerja yang sama sekali berbeda antara monitor LCD dengan CRT, layar LCD menghasilkan warna dasar putih (dari cahaya backlight), sedangkan monitor CRT menghasilkan warna dasar adalah hitam (tanpa tembakan elektron ke layar). So, layar LCD akan menyerap energi listrik paling kecil ketika dia menghasilkan warna putih, sebaliknya layar CRT menyerap energi listrik terkecil ketika menghasilkan warna putih.

Dari perbedaan kinerja kedua monitor tersebut, maka aplikasi dan perlakuan dengan tujuan hemat energi atau “energy star” tentu harus diterapkan secara berbeda. Jika komputer di rumah Anda, laptop, handphone, ataupun gadget yang lain yang memiliki layar monitor, pastikan terlebih dahulu jenis monitor yang digunakan, dan Anda akan tahu bagaimana langkah-langkah untuk menghemat energi listrik baik dari listrik PLN ataupun dalam upaya menghemat listrik dari baterai pada gadget yang Anda miliki.

Beberapa penerapan pamakaian yang semestinya dibedakan dalam tujuan penghematan energi antara lain :

  1. Aplikasi ScreenSaver, ketika komputer gadget dalam keadaan idle. Menggunakan warna dominan hitam gelap adalah tepat untuk CRT, tapi justru kontrapoduktif ketika menggunakan warna dominan hitam pada layar LCD (misal laptop Anda). Jika menggunakan layar LCD, gunakan warna dominan putih!, atau sekalian saja di matikan layarnya.
  2. Pada aplikasi komputasi harian, gunakan wallpaper (gambar latar pada desktop) yang sesuai dengan jenis layar monitor Anda. Jika Anda berkomitmen pada penghematan energi, atau dalam keadaan darurat hanya menggunakan energi listrik dari baterai, langkah ini cukup membantu menghemat energi listrik.
  3. Warna Tema (themes) dari komputer atau gadget Anda juga menentukan konsumsi energi listrik yang diserap oleh monitor Anda. Pilihlah warna tema yang menghemat energi sesuai dengan jenis monitor yang Anda miliki.
  4. Jika Anda membuat aplikasi/program komputer (misal Dokumen, Slide, Blog, Web, dll), Anda dapat menentukan warna yang lebih menghemat energi…. hehehe, tentunya Anda harus tahu sasaran monitor user penggunaya dong !!!.
  5. Apalagi nih….tolong tambahin di komen yaa??!!!, biar tambah lengkap.

Let’s go Green, and save our earth!


Responses

  1. bagus sih,,tp kok aneh rasanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: